BERITA HUMAS


PEMBUKAAN JAMBORE PENGELOLA PROGRAM KB
Gubernur : Program KB akan menjadi salah satu bahan evaluasi pada raker camat

Jambi, Pembangunan keluarga sejahtera sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, diarahkan pada pentingnya peranan keluarga dalam meningkatkan kualitas manusia sebagai insan, maupun sebagai sumberdaya dalam pembangunan, demikian dikatakan Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus, saat membuka jambore pengelola program Keluarga Berencana (KB) Provinsi Jambi tahun 2010, Rabu (3/11) di Golden Harvest Hotel.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus berupaya untuk membangun keluarga sejahtera ini melalui berbagai program pembangunan. Dalam menjalani program pembangunan tersebut, kita dihadapkan pada kewajiban untuk mengevaluasi sejauhmana hasil-hasil dari program yang telah dilaksanakan tersebut, memberikan manfaat dan mendorong bagi peningkatan keluarga sejahtera di Provinsi Jambi.

Selanjutnya gubernur mengatakan, jambore pengelola program KB ini merupakan salah satu forum untuk melakukan tinjauan mekanisme operasional dimasa mendatang bagi para petugas lapangan/penyuluh KB dan kader yang merupakan ujung tombak pelaksanaan penggerakan pelayanan program KB di lini depan.
Peran petugas lapangan/penyuluh KB dan kader bukan hanya sebagai akses pelayanan KB, akan tetapi lebih berperan sebagai motivator dan konselor terkait dengan meningkatnya minat masyarakat untuk ber-KB, selain untuk menurunkan unmeet need, adalah sebagai pelayanan KB pasca persalinan dan pasca keguguran guna mewujudkan program pembangunan nasional, jelas HBA.

Gubernur berharap kepada para peserta jambore KB untuk terus meningkatkan wawasan dan pengalaman para kader Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan KB dalam mengantisipasi dinamika perkembangan kedepan serta meningkatkan peran dan kinerjanya dalam upaya membangun Provinsi Jambi menuju “JAMBI EMAS 2015”.

Jumlah penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2010 berjumlah 3.088.618 jiwa (Data BPS hasil sensus 2010. Kepada wartawan, gubernur mengatakan bahwa pertambahan pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi berdasarkan hasil sensus 2010, ternyata diluar perkiraan. Banyak faktor yang mempengaruhi meningkatnya laju pertumbuhan penduduk seperti banyaknya pendatang (eksodus) baru, mengingat potensi jambi yang kaya akan sumber daya alam, sehingga peluang bagi pendatang baru untuk membuka usaha ataupun mencari pekerjaan masih sangat terbuka. Faktor lain yang mungkin masih harus dikaji lebih lanjut adalah sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program KB di Provinsi Jambi.

Guna menekan tingginya laju pertumbuhan penduduk tersebut, salah satu antisipasi yang mungkin untuk dilakukan adalah menggerakkan/mengalakkan kembali program KB. Oleh karenanya, gubernur menegaskan program KB akan menjadi salah satu bahan evaluasi pada rapat kerja (raker) camat yang akan datang.

Artinya peran camat dalam membantu program KB dan sosialisasi dilapangan tentang KB, sangat diperlukan. “Nantinya akan kita evaluasi pada setiap raker camat. Bagi camat yang program KB- nya dianggap tidak berhasil, nanti akan disampaikan laporan kepada para bupati/walikota, dan silahkan bupati/walikota untuk mengevaluasi kinerja camat tersebut. Disamping itu masih ada program lainnya, pemda tentunya akan mensupport program yang dilaksanakan oleh BKKBN kedepan, jelas HBA.

Firmansyah, SH, selaku panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang dibantu oleh ibu-ibu Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), merupakan ujung tombak pelaksanaan program KB di lini lapangan dengan melibatkan seluruh potensi yang ada diwilayah kerja masing-masing, termasuk di dalamnya dukungan tokoh masyarakat baik formal maupun non formal, sehingga dengan sinergitas tersebut keberhasilan program KB dapat dicapai.

Disampaikan pula, tujuan dari diselenggarakannya kegiatan jambore ini adalah untuk meningkatkan kinerja PLKB/PKB dan kader IMP, dan juga yang terpenting adalah untuk menjalin hubungan yang lebih akrab serta mempererat tali silaturahmi para kader. Kegiatan jambore ini diikuti sebanyak 105 orang PLKB/PKB dan 145 orang kader IMP, dan dilaksanakan dari tanggal 3 s/d 5 Oktober 2010 bertempat di Golden Harvest Hotel.

Hadir pada acara pembukaan jambore pengelola program Keluarga Berencana (KB) Provinsi Jambi tahun 2010, Plt.Deputi bidang KB dan KR BKKBN Pusat H.Masri Mu’az, Ketua TP PKK provinsi Hj.Yusniana Hasan Basri, kepala BKKBN, pimpinan SKPD, dan peserta jambore pengelola program Keluarga Berencana *(Nico/Photo:Marzuki).




Gubernur Serahkan bantuan Rp 145 Juta untuk Korban Kebakaran

KUALA TUNGKAL, Untuk membantu meringankan penderitaan masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran di RT 14 dan RT 16, Kelurahan Tungkal Tiga, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), Sabtu (6/11/2010) pagi menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp145 juta.
Pada kesempatan ini gubernur dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kedatangan gubernur bersama rombongan merupakan wujud kepedulian dari Pemerintah Provinsi Jambi atas musibah yang menimpa warga Kabupaten Tanjungjabung Barat ini, karena kesedihan yang dialami masyarakat di sini juga merupakan kesedihan pemerintah Provinsi Jambi, ujarnya.
Selain itu gubernur juga meminta kepada warga yang tertimpa musibah agar tetap sabar dan tawakal, karena cobaan yang datang dari Allah SWT, tidak akan melebihi dari kemampuan umatnya dan percayalah dibalik musibah ini ada hikmah yang dapat diambil, mungkin melatih umat ini untuk bersabar dan dapat menerima cobaan yang dialami, menguji iman seseorang, disamping itu dengan musibah ini tentunya diharapkan masyarakat dapat mengintrospeksi diri, untuk terus melakukan perbaikan dalam menjalani kehidupan ini, tegas gubernur.
Dijelaskan gubernur, dari jumlah uang tersebut, masing-masing kepala keluarga mendapat jatah Rp5 juta untuk dapat dimanfaatkan membangun rumahnya kembali. Sementara untuk kebutuahan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran, akan diserahkan oleh Pemkab Tanjabbar.
Sebelumnya Bupati Tanjungjabung Barat melaporkan, bahwa musibah kebakaran terjadi Senin, 1 November 2010, pukul 07.00 – 08.30 WIB, yang mengakibatkan 154 jiwa atau 34 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Api membakar 23 rumah warga dan guna menghindari meluasnya kebakaran maka terpaksa enam rumah yang berdekatan  dirobohkan.
Dalam menghadapi musibah ini pemerintah Kabupaten Tanjungjabung Barat telah berupaya segera mengatasi kesulitan yang dialami korban kebakaran ini. Langkah-langkah yang diambil mulai dari membentuk posko, mendata rumah dan warga yang terkena musibah dan mengkoordinir pengumpulan bantuan serta mendistribusiaknnya kepada yang berhak, termasuk bantuan dari Pemerintah Tanjungjabung Barat, baik berbentuk uang maupun barang, ujarnya.
Bantuan yang diberikan dari pemerintah Tanjungjabung Barat selain uang sejumlah Rp50 juta, juga berupa barang yang terdiri dari peralatan memasak, selumut, tikar dan pakaian sekolah.
Hadir pada kesem-patan ini Kapolda Jambi, Wakil Ketua DPRD provinsi Jambi, Asisten II Setda Provinsi Jambi, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Kadis Perhubungan, Kepala Bappeda, dan Karo Keuangan Setda Provinsi Jambi Wakil Bupati, Sekda dan Anggota Muspida Kabupaten Tanjungjabung Barat, Camar, Lurah, serta warga yang tertimpa musibah. (Sunarto / fotografer A. Somad).

 
Tahun 2010 tahun Gerakan Jambi Menabung

JAMBI, Tahun 2010 tahun Gerakan Jambi Menabung, demikian ditegaskan Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM, saat mencanangkan gerakan Jambi Menabung, Minggu (7/11/2010), bertempat di lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi.
Gubernur dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ide dasar yang melandari Pencanangan Gerakan Jambi Menabung ini adalah, sebuah keinginan untuk semakin membudayakan kegiatan menabung pada masyarakat. Dengan harapan semakin terwujudnya budaya menabung pada masyarakat, sehingga pada akhirnya dari akumulasi tabungan tersebut semakin meningkatkan sumber pendanaan pembangunan yang bersumber dari potensi local, untuk mewujudkan hal tersebut tentunya perlu dukungan dan peran aktif dari segenap lapisan masyarakat, ujar gubernur.
Menurut gubernur, tentunya semua pihak sepakat dan menyadari, betapa pentingnya menggali sumber-sumber pendapatan local yang potensial, guna mendukung pembangunan yang berkesinambungan. Salah satunya dari sekian potensi tersebut adalah “potensi tabungan”,  yang mungkin selama ini belum tergali secara sistimmatis. Karenanya , tidaklah salah jika gubernur mengatakan, bahwa kegiatan hari ini merupakan fase penting dan strategis dalam rangka mewujudkan pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan, kata gubernur.
Sehubungan dengan itu, pada kesempatan ini gubernur mengajak dan menghimbau semua yang hadir pada kesempatan ini khususnya, dan seluruh masyarakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah pada umumnya, kiranya untuk benar-benar memperkuat budaya menabung. Hal ini menjadi penting untik disampaikan gubernur, karena dengan budaya menabung yang kuat, maka kemandirian ekonomi akan semakin meningkat, yang pada gilirannya juga akan memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan, tegas gubernur.
Sebelumnya Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah Jambi/ Direktur Bank Indonesia Jambi, Iindg M. Hasanuddin, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Gerakan Jambi Menabung ini merupakan program lanjutan dari Gerakan Indonesia Menabung, yang dicanangkan oleh Presien RI, DR. Susilo Bambang Yodhoyono, pada 20 Februari 2010 yang lalu, di Pekan Raya Jakarta.
Tujuan gerakan ini adalah untuk membangkitkan kesadaran menabung bagi masyarakat, khususnya pelajar, sebagai bagian budaya bangsa dalam mendukung pembangunan nasional yang berkesinambungan, yang dilaksanakan serentak di seluruh Provinsi di Indonesia pada hari ini.
Dengan semakin terwujudnya budaya menambung paling tidak sebagai bangsa dapat lebih memastikan diri, bahwa salah satu sumber pendanaan pembangunan yang paling penting dapat digali dari potensi domestik.
Dilaporkannya juga bahwa dari 138 juta penduduk Indonesia usia dewasa, saat ini masih terdapat 80 juta penduduk belum memiliki tabungan, dipihak lain terdapat kecenderungan peningkatan porposi golongan penduduk Indonesia usia produktif antara 15-64 tahun yang berpotensi memperkuat tabungan domestik. Potensi ini dapat digali secara optimal manakala ketersediaan sana pendukung  yakni produk tabungan bersama “TabunganKu” yang dilaksanakan oleh 76 Bank Umum dan  910 Bank Perkreditan Rakyat.
Lebih lanjut disampaikan Iing bahwa produk “TabunganKU” merupakan tabungan perorangan, dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama, per 30 Juli 2010 telah mencapai Rp524,52 milyar, atau melampaui tergat tahun 2010, sebesar Rp500 milyar, namun jika dicermati dari jumlah rekening dari target satu juta rekening “TabunganKu” baru mencapai 616.413 rekening, ujarnya.  
Untuk Daerah Jambi sendiri menurut Iing, perkembangan produk “TabunganKu”, menunjukkan prospek yang menggembirakan, dimana per 30 Juli 2010 tela mencapai Rp5,38 milyar, demgan jumlah rekening sebanyak 3.729, dengan jumlah rata-rata setiap rekening Rp1.400 ribu atau lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya Rp950 ribu, hal ini menunjukkan minat menabung masyarakat Jambi cukup tinggi, ujarnya.
Sedakankan Ketua Pelaksana Gerakan Jambi Menabung, Hadi Mulyawan, dari bank mandiri Jambi dalam laporannya menyampaikan, bahwa pada acara pencanangan gerakan Jambi menabung itu dilaksanakan lomba gerak jalan untuk tingkat sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP), dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) disamping dari perbankan, jumlah peserta 1.272 orang, masing-masing 48 sekolah dalam Kota Jambi, terdiri dari 228 orang siswa SD, 342 orang SLTP dan 300 orang  peserta SLTA peserta dari perbankan 360 peserta perbankan dari bank-bank peserta tabunganku Provinsi Jambi.
 Pencanangan Gerakan Jambi menabung ditandai dengan pelepasan balon oleh Gubernur dan Ny. Yusnaini Hasan Barsi, Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah Jambi dan Ny. Iing M. Hasanuddin, dengan disaksikan Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, Walikota Jambi dr. R. Bambang Prianto dan anggota muspida bersama tamu undangan lainnya., disamping juga dilaksanaan pembukaan tabungan oleh Gubernur Jambi. (Sunarto / fotografer A. Somad).


GUBERNUR RANGKUL SEMUA PERUSAHAAN
TURUT WUJUDKAN JAMBI EMAS

            Jambi, Visi Jambi EMAS 2015 (Jambi yang Ekonominya Maju, Aman, Adil, dan Sejahtera) bukan sekedar isapan jempol semata, namun merupakan harapan dan impian yang sungguh-sungguh ditekadkan untuk diwujudkan oleh Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) dan jajarannya. Hal ini bisa dicermati dari keseriusannya dalam membangun dan memajukan Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Gubernur juga memahami betul, bahwa visi pembangunan Jambi tersebut akan tercapai manakala semua pihak (pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat) bersinergi dalam proses pembangunan tersebut. Dia menyadari, peran swasta/seluruh perusahaan yang ada di Provinsi Jambi sangat-sangat penting dalam memajukan Jambi, mengingat keterbatasan pemerintah daerah dalam menanggulangi aneka permasalahan yang ada ditengah masyarakat.
            Beranjak dari pemikiran peran sektor swasta (perusahaan) nan penting itu lah, gubernur merangkul semua perusahaan yang ada di Provinsi Jambi untuk sama-sama membangun Jambi, menapaki jalan terjal menuju Jambi EMAS, dengan mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di Provinsi Jambi dalam Rapat Koordinasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Percepatan Menuju Jambi EMAS 2015 pada Senin (8/11), bertempat di Ruang Utama Kantor Gubernur Jambi.
            Gubernur menegaskan bahwa tujuan diadakannya Rakor tersebut adalah untuk menyatukan visi misi pemerintahan dan perusahaan, utamanya sinergi program CSR dengan program pemerintah, secara khusus dalam program pengentasan kemiskinan.
            Banyak program yang dirancang gubernur dan jajarannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi, namun dana yang dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sangat terbatas, maka dari itu gubernur menghimbau seluruh perusahaan tersebut untuk berkontribusi dalam pembangunan Jambi, yakni melalui program CSR.
            Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Ir. H. Ahmad Fauzi, MTP memaparkan kondisi demografi Provinsi Jambi dan CSR dalam percepatan menuju Jambi EMAS 2015. Ahmad Fauzi menuturkan empat permasalahan utama di Provinsi Jambi, yakni, 1) Terbatasnya sarana dan prasarana infrastruktur, 2) Belum optimalnya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), 3) Belum berkembangnya agroindustri, dan 4) Angka pengangguran yang besar (60 ribu-an) dan penduduk miskin (8,77%).
            Berangkat dari kondisi tersebut, gubernur dan jajaran Pemprov Jambi merumuskan visi Jambi EMAS, yaitu, 1. Meningkatkan kualitas dan ketersediaan dan infrastruktur pelayanan umum, 2. Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan berbudaya, 3. Meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat berbasis agribisnis dan agroindustri, 4. Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam yang optimal dan berwawasan lingkungan, 5.Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, jaminan kepastian dan perlindungan hukum serta kesetaraan gender, urai Ahmad Fauzi, yang bahkan menurutnya misi pembangunan Jambi EMAS ini juga merupakan roh dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Nasional Indonesia.
            Dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, gubernur mengemukakan bahwa Pemprov Jambi bekerja sama dengan staf ahli bank dunia yang juga merupakan perancang pembangunan di Brunai, telah memberlakukan Key Performance Indicator (KPI), yang mana kinerja setiap SKPD bisa diukur atau bersifat terukur.
            Sejalan dengan visi Jambi EMAS tersebut, fokus program dan kegiatan adalah, 1)Membuka lapangan pekerjaan (pro job), 2)Menurunkan angka kemiskinan (pro poor), dan 3) Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah (pro growth), salah satunya dengan program Satu Miliar Satu Kecamatan (Samisake), jelas gubernur melalui kepala Bappeda Provinsi Jambi.
            Ahmad Fauzi menekankan bahwa tujuan diadakannya program Samisake adalah agar pembangunan di 131 kecamatan di Provinsi Jambi benar-benar terdistribusi secara merata, yang mana aspirasi pembangunan dalam Samisake ini bersifat bottom-up, bukan top down.
            Ada 10 program dan kegiatan utama dalam Samisake sesuai usulan, terdiri dari 1.Bedah rumah (dengan target 5.000 unit/tahun), yang mana di Provinsi Jambi terdapat 34.180 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), yang menjadi sasaran bedah rumah, 2.Sertifikasi tanah, 3.Bantuan alat dan mesin pertanian, 4.Bantuan bibit karet, kopi, holtikultura, dll, 5.Bantuan ternak, 6.Penguatan permodalan UMKM, 7.Infrastruktur perkotaan dan perdesaan, 8.Jamkesmasprov, 9.Beasiswa miskin, 10.Jaringan listrik.
            Khusus untuk program bedah rumah, gubernur menyebutkan bahwa dari target 5.000 rumah Rumah Tangga Sangat Miskin yang akan dibedah per tahun, Pemprov Jambi hanya mampu mendanai 3.112 rumah per tahun, sisanya diharapkan dari perusahaan-perusahaan melalui CSR. Gubernur juga menegaskan bahwa data masyarakat sangat miskin itu jelas, by name by address. Hal ini sangat membantu, karena akan jelas siapa warga yang akan dibedah rumahnya.
            Setelah pemaparan CSR dalam Percepatan Menuju Jambi Emas 2015 oleh kepala Bappeda Provinsi Jambi, gubernur mengatakan kepada seluruh perwakilan perusahaan yang hadir untuk menyampaikan kepada pimpinan perusahaan agar mensinergikan CSR-nya dengan program Pemprov Jambi yang dituangkan dalam visi Jambi EMAS.          Gubernur kembali menghimbau supaya perusahaan ikut serta membangun dan memajukan Jambi, secara khusus untuk mengentaskan kemiskinan di Jambi. Gubernur kemudian menyatakan harapannya, agar pertengahan Desember 2010 gubernur menerima tanggapan dari perusahaan-perusahaan tersebut dan pada 6 Januari 2011 diharapkan penandatanganan sinergi CSR dengan gubernur Jambi untuk mendukung Jambi EMAS.
            Secara umum, para perwakilan perusahaan yang hadir pada kesempatan ini menyambut baik apa yang disampaikan gubernur, dan menyatakan meskipun CSR itu adalah kewenangan pusat – karena hanya Bank Jambi dan PTPN VI yang kantor pusatnya di Jambi – namun mereka akan menyampaikan pesan gubernur tersebut kepada mnajemen perusahaan masing-masing. Pernyataan bernada sambutan baik setidaknya disampaikan oleh pimpinan Bank Indonesia cabang Provinsi Jambi, Iing Hasanudin, perwakilan Bank Jambi, perwakilan PTPN VI, perwakilam PT Pertamina (Persero), perwakilan PT Transgasindo, perwakilan BP Migas, dan perwakilan PT Telkom.
            Visi Jambi EMAS 2015 yang dirumuskan gubernur merupakan visi mulia untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat, secara khusus masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan, yang sekiranya benar-benar mendapat dukungan dari perusahaan dengan program CSR, menjadi akselerator perwujudan Jambi EMAS 2015 tersebut, semoga. (Mustar/fotografer : Marzuki).


GUBERNUR TEKANKAN SELURUH STAF KREATIF DAN INOVATIF

            Jambi, Bahwa visi Jambi EMAS 2015 (Jambi yang Ekonominya Maju, Aman, Adil, dan Sejahtera) 2015 merupakan harapan dan impian yang akan bisa dicapai manakala gubernur dan segenap jajarannya benar-benar serius menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, sepenuhnya disadari Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA). Untuk itu, gubernur menginstruksikan agar seluruh stafnya dalam Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi serius, kreatif, dan inovatif dalam melaksanakan fungsi kerjanya. Kreativitas dan inovasi ini bisa memunculkan ide-ide cemerlang dalam membangun dan memajukan Jambi.
            Pernyataan instruktif tersebut disampaikan gubernur dalam Rapat Kerja Gubernur Jambi dalam Rangka Pelaksanaan Program Pembangunan Provinsi Jambi 2011-2015 pada Senin malam (8/11). Rapat yang diselenggarakan di rumah dinas gubernur Jambi dan dipimpin langsung oleh gubernur itu dihadiri oleh Asisten Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Staf Khusus Gubernur Jambi, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau yang mewakili dalam lingkup Pemprov Jambi, dan undangan lainnya.
            Dengan tegas, gubernur mengatakan supaya seluruh SKPD Pemprov Jambi yang dipimpin oleh kepala SKPD kreatif dan inovatif serta betul-betul serius dalam melaksanakan fungsi kerjanya, jangan hanya bersifat rutinitas. Gubernur memandang sangat perlu menyampaikan hal ini karena para kepala SKPD dan jajarannyalah yang membantu gubernur untuk berjuang keras mewujudkan Jambi EMAS 2015 (selain sektor swasta dan masyarakat tentunya). Dan, kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam menerapkan program pemerintahan serta untuk mengatasi existing problems/masalah-masalah yang ada di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah sekarang ini.
            Agar bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal yang disertai dengan kreativitas dan inovasi, gubernur mengatakan bahwa seluruh SKPD, khususnya kepala SKPD harus mengetahui dan memahami visi misi pembangunan Provinsi Jambi sekarang ini. Selanjutnya, melalui Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Ir. H. Ahmad Fauzi, MTP, gubernur menuturkan, dari Visi Jambi EMAS 2015, diturunkan lima misi pembangunan Provinsi Jambi, yakni 1.Meningkatkan kualitas dan ketersediaan dan infrastruktur pelayanan umum, 2.Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kehidupan beragama dan berbudaya, 3.Meningkatkan perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat berbasis agribisnis dan agroindustri, 4.Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam yang optimal dan berwawasan lingkungan, 5.Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, jaminan kepastian dan perlindungan hukum serta kesetaraan gender.           
            Dasar pemikiran perumusan visi misi pembangunan Provinsi Jambi adalah lima permasalahan utama di Provinsi Jambi, yaitu 1.Angka pengangguran (69.857 jiwa) dan penduduk miskin (8,77 %), 2.Terbatasnya sarana dan prasarana infrastruktur (panjang jalan 1.480 Km) kondisi  baik 31,63 %, sedang 31,03 %, rusak ringan 21,73 % dan rusak berat 15,62 %, 3.Belum berkembangnya agro industri, 4.Belum optimalnya pemanfaatan SDA, 5.Belum optimalnya sinergitas percepatan pembangunan daerah.
            Gubernur mengupayakan solusi aneka permasalahan tersebut dengan menetapkan lima langkah percepatan menuju Jambi EMAS 2015; 1)Mendorong pemerataan pembangunan maupun hasil-hasilnya melalui program satu milyar satu kecamatan, 2) Mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, baik pembangunan jalan dan jembatan yang mampu memperpendek jarak dari daerah produksi ke daerah pusat-pusat distribusi serta pembangunan jaringan listrik, irigasi, dan air bersih, 3)Memajukan pendidikan sebagai modal dasar dalam pembangunan, 4)Meningkatkan kesejahteraan petani, yang sampai tahun 2009  nilai tukar petani atau NTP, masih dibawah 100 persen, 5)Meningkatkan kapasitas sumberdaya aparatur, mengingat masih lambannya kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
            Permasalahan-permasalahan dalam Provinsi Jambi yang kemudian mendasari perumusan visi misi pembangunan, dan langkah percepatan menuju Jambi EMAS 2015, menurut gubernur harus dipahami oleh semua SKPD, utamanya oleh para kepala SKPD, sehingga terdapat common understanding/pemahaman bersama dalam mencapai atau mewujudkan Jambi EMAS 2015. (Mustar/fotografer : Sukirno).
           

Wagub ajak gerasi muda teladani semangat para Pahlawan

JAMBI, Wakil Gubernur  (Wagub) Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, mengajak semua elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Jambi untuk meneladani semangat patriotisme para pejuang, hal ini disampikan saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Pahlawan tahun 2010 di Jambi, Rabu (10/11), yang dilaksanakan di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi. 

“melalui momentum peringatan Hari pahlawan 10 November 2010 ini saya yang mengajak semua elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Jambi untuk meneladani semangat patriotisme para pejuang yang telah dengan rela mengorbankan harta benda bahkan jiwa dan raganya untuk mewujudkan kemerdekaan Negara ini,  dan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan melaksanakan pembangunan, demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera”, ujarnya. 

Pada upacara bendera yang diikuti oleh Anggota Muspida Provinsi Jambi, Ketua pengadilan Tinggi dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Jambi, para Rektor Perguruan Tinggi di Jambi, Walikota Jambi, para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi dan anggota TNI, PNS, Mahasiswa,  Pelajar dan Pramuka di Jambi, selain itu juga turut hadir para anggota vetran/pejuang  di Jambi, dengan Komandan Upacara Kompol Bambang dari Polda Jambi.

Disamping itu, pada kesempatan ini Wakil Gubernur membacakan amanat Menteri Sosial RI, DR. Salim Segaf Al Jufri, MA, yang menyampaikan bahwa, peristiwa 10 November tahun 1945 di Surabaya, hendaknya dapat menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia saat ini, untuk terus berjuang bahu membahu mengisi kemerdekaan dengan melakukan pembangunan di segala bidang, guna mencapai tujuan nasional yaitu kesejahteraan rakyat sebagaimana yang dicita-citakan para pendahulu Negara ini.

Menurut Mensos, bahwa hal tersebut tidaklah mudah dan memerlukan proses yang tidak singkat. Hal ini adalah tantangan yang harus dihadapi, tantangan yang tak kalah hebatnya dengan perjuangan bersenjata ketika mengusir penjajah dari muka bumi pertiwi.

Berbagai permasalahan yang dihadapi mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, keterlantaran, sampai pada konflik di beberapa daerah, bencana alam dan masalah sosial lainnya tentunya memerlukan perhatian dan keseriusan bersama untuk menanggulanginya. Untuk itu melalui Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2010 yang mengambil tema : “Dengan Semangat Nilai Kepahlawanan, Kita Tingkatkan Kesetiakawanan Sosial Nasional”. Untuk itu, Menteri Sosial mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengimplementasikan semangat nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan para pahlawan/ pejuang dalam meraih dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan kemampuan dan profesimya masing-masing, ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Mensos, semangat dan nilai-nilai luhur pahlawan/pejuang seperti rela berkorban, pantang menyerah, percaya pada kemampuan diri sendiri, suka menolong dan sebagainya sebagaimana  yang tercermin dalam Pertempuran 10 November di Surabaya, hendaknya dapat menggugah hati bangsa ini untuk berjuang bersama melawan berbagai persoalan yang melanda bangsa Indonesia.

Melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan, diharapkan rasa kesetiakawanan sosial sebagai anak bangsa dapat tumbuh dan berkembang, yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai salah satu modal untuk menyelesaikan masalah bangsa.

“Saya yakin, apabila seluruh elemen bangsa memiliki kesadaran untuk mengamalkan semangat nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, maka rasa kesetiakawanan sosial dengan sendirinya akan meningkat”, ujar Mensos.

Diakhir sambutannya Mensos menyampaikan, sebagaimana diketahui bersama, bahwa rasa kesetiakawanan sosial saat ini sangatlah diperlukan, apalagi ketika terjadi musibah bencana alam seperti banjir, gunung meletus, tanah longsor dan sebagainya. Selain itu dengan adanya rasa kesetiakawanan sosial yang diwujudkan dengan saling menghargai, menghormati, tolong menolong maka tidak akan mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesetiakawanan sosial yang dilandasi semangat Nilai Kepahlawanan sesuai tema Peringatan Hari Pahlawan 2010  kiranya, juga  dapat  mempererat  jalinan persatuan dan kesatuan bangsa untuk dapat menghadapi berbagai  tantangan termasuk masalah kedaulatan negara.

Untuk itu Mensos dalam sambutannya melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2010 ini, mengajak seluruh anak bangsa untuk merapatkan barisan, berjuang membangun negeri untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, sehingga bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa bermartabat yang dapat berdiri sejajar dengan negara lain di dunia serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terus terjaga, ujarnya.

Peringatan Hari Pahlawan tahun 2010 di Jambi juga ditandi dengan menyerahkan bantuan pembangunan perumahan kepada warakawuri, keluarga pahlawan nasional perintis kemerdekaan, dari Kementerian Sosial RI. Bantuan pembangunan perumahan beruapa uang sebesar Rp56 juta oleh Inspektur Upacara diserahkan kepada Ny. Nurmina Roskan Sutan Kajo, istri dari Ruskan Sutan Kajo. (Sunarto / fotografer Marzuki)








 

Hj.Yusniana Hasan Basri Dorong TP PKK Provinsi Jambi Terus Berprestasi
Bekasi-Jawa Barat, Ketua PKK Provinsi Jambi  Hj Yusniana Hasan Basri  mendorong TP PKK Provinsi Jambi untuk terus berprestasi dalam ajang nasional maupun internasional dengan menampilkan produk-produk unggulan yang merupakan hasil industri kreatif masyarakat provinsi Jambi yang berada di bawah binaan TP PKK Provinsi Jambi. Hj.Yusniana juga merasa optimis bahwa hasil industri kreatif ini dipasarkan di tingkat nasional maupun internasional. Pernyataan ini disampaikannya kepada wartawan ketika mengunjungi stand pameran TP PKK Provinsi Jambi, pada kegiatan Jambore PKK tingkat Nasional di Islamic Center, Bekasi Barat, Provinsi Jawa Barat, Selasa, (9/11).
`               Acara yang berlangsung 9 s/d 10 ini dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Gamawan Fauzi. Dan dihadiri pula oleh Ketua PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi, dan para mantan Ketua PKK Pusat,serta kader TP PKK dari 27 Provinsi,dan Ibu Gubernur Jawa Barat. Anggota SKIP, Pejabat eselon 1 kementeriran Dalam Negeri. Ketidakhadiran keenam Provinsi ini  yaitu  DKI Jakarta, NTT, NTB, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Irian Jaya dikarenakan alas an bencana alam dan sebagainya. Sementara itu DIY Yogyakarta yang sedang dilanda bencana ikut mengirimkan enam orang peserta.
                “ Saya optimis bahwa TP PKK Provinsi Jambi dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi, untuk itu kita harus terus belajar dan berinovasi terhadap produk-produk unggulan yang kita miliki, terutama batik kita akan kembali mengembangkan motif asli batik Jambi seperti motif durian pecah, kapal sanggah dan angso duo, motif ini akan dikembangkan tanpa adanya campuran dengan motif Jawa sehingga kita memiliki ciri khas tersendiri,karena selama ini motif kita sering dicontoh oleh daerah lain, dan pemerintahpun akan berusaha untuk mengatasi masalah bahan baku yang tidak dapat kita produksi sendiri tetapi harus membeli dari Yogyakarta, pemerintah akan menggalakkan lagi kerjasama dengan koperasi, sehingga pengrajinpun dapat membeli dengan koperasi”ungkapnya.
                Hj. Yusniana Hasan Basri juga menjelaskan bahwa Jambore kali ini TP PKK Provinsi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi  yang menjadi koordinator serta bekerjasama dengan Bank Jambi, PTP VI dengan menghadirkan seluruh potensi  TP PKK kota dan Kabupaten dengan menampilkan produk unggulannya.
“Stand pameran  kita memang terlihat besar tapi ini merupakan gabungan dari sembilan Kabupaten dan dua kota, setiap Kabupaten/kota juga menampilkan produk unggulan seperti makanan, kerajinan tangan, dan batik dan diharapkan dengan apa yang diberikan ini dapat meningkatkan citra dan memperlihatkan eksistensi provinsi Jambi di tingkat Nasional” jelasnya.
Sementara itu Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jambi Rahima Ibrahim menyatakan bahwa untuk mengikuti Jambore ini telah diadakan rapat koordinasi serta pembekalan dan penyeleksian para kader tiap-tiap Kabupaten/Kota dengan tujuan untuk menambah wawasan serta saling tukar pengalaman dengan kader PKK dari Provinsi
“Jumlah peserta dari Provinsi Jambi cukup banyak yaitu berasal dari TP PKK Provinsi 22 orang. TP PKK Kota/Kabupaten 18 orang dan kader PKK ada 25 orang dan kami berharap agar kegiatan ini dapat memotivasi dan memantapkan para kader selaku ujung tombak yang akan menyampaikan seluruh program PKK ke masyarakat khususnya keluarga”ungkapnya.
Dalam sambutannya , Gamawan Fauzi mengatakan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan ini adalah untuk memberikan penghargaan kepada para kader PKK yang selama ini telah menjalankan perannya di masyarakat tanpa kenal lelah dan pamrih dan dengan sukarela membantu Pemerintah dalam upaya memberdayakan dan mensejahterahkan keluarga keluarga Indonesia.
“ Pertemuan ini dapat dijadikan sebagai ajang pertemuan penting untuk dimanfaatkan bagi pengembangan diri para kader PKK sehingga dalam menjalankan perannya ke depan dapat lebih baik dan penuh semangat”tegasnya.
Sementara itu Ketua TP PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi mengatakan bahwa acara ini dapat dijadikan momen untuk menambah wawasan para kader, persahabatan, bertukar pengalaman. Vita Gamawan juga menjelaskan bahwa acara ini dihadiri oleh 1200 peserta kader PKK.
Acara ini diakhiri dengan pelepasan balon yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri, dan dilanjutkan dengan pawai dari setiap peserta yang dengan semangat menyanyikan lagu daerah dan melantangkan yel yel kebanggaan dari setiap Provinsi. Sementara itu Ketua TP PKK Pusat melakukan pengguntingan pita untuk membuka secara resmi pameran  hasil industri kreatif dari 27 TP PKK dan melakukan peninjauan pameran. Materi Jambore kali ini juga diisi  dengan temu wicara, lomba pengisian KMS, lomba pengukuhan 10 program Pokok PKK, lomba Pidato, lomba gembira, dan foto kegiatan,serta pentas seni atau malam keakraban (Maria/Foto:A.Somad).

2011 Pemerintah Gulirkan Dana Rp 5 Juta Per Kelompok Pengrajin
Bekasi-Jawa Barat, Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus,MM menyatakan bahwa pemerintah provinsi Jambi pada 2011 akan memberikan bantuan modal usaha kepada kelompok pengrajin atau industri rumah tangga sebesar Rp 5 juta per kelompok di setiap kecamatan di Kabupaten/kota.Pernyataan ini disampaikannya kepada wartawan ketika melakukan kunjungan ke stand pameran TP PKK Provinsi Jambi yang mengikuti Jambore PKK Tingkat Nasional bertempat di Islamic Center Bekasi Barat,Provinsi Jawa Barat, Rabu (10/11).
            “Pada tahun 2011 ini ada dana khusus dari pemerintah yang akan membantu Rp 5 juta per kelompok di setiap Kabupaten/Kota, setiap kecamatan akan kita bantu. Hal ini dilakukan untuk membantu pengembangan industry rumah tangga  terutama industry kecil, terutama pengrajin-pengrajin yang berada di desa Kabupaten/kota. Potensi yang mereka miliki inilah yang harus kita kembangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin kita”ungkapnya.
            Gubernur menjelaskan bahwa program ini tidak berdiri sendiri tetapi termasuk dalam program samisake seperti program bedah rumah,sertifikat gratis, dan bantuan kepada UMKM.Dana yang telah disiapkan untuk pengembagan iini sekitas Rp 2,5 milyar.
            “Setiap kelompok terdiri dari 10 orang dalam program tahun 2011 yang akan datang melalui dinas koperasi dana ini akan diberikan, dana ini kurang lebih sejumlah 2,5 milyar dan masuk melalui ke dalam  program samisake, sealin bedah rumah, sertifikat gratis, dan ada untuk pengembangan UMKM. Dan akan dibagi ke setiap kelompok di kecamatan di setiap Kabupaten/kota”ungkapnya.
            Gubernur juga menyatakan harapannya terhadap industry kecil yang jika dikembangkan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu para pengrajin dituntut untuk dapat terus berinovasi untuk menciptakan produk yang lebih baik dan bervariatif.
            “Sekarang kalau kita lihat hasil dari pameran sudah cukup bagus, dan pengrajin harus terus menggembangkan potensinya seperti kerajunan batu yang masih bersifat manua sekarang sudah menjadi jepitan dasi,hal ini nanti ke depannya harus dikemabngkan ke bentuk lain seperti perak, di sisi lain juga kerajinan-kerajunan yang terbuat dari pandan dan hasil limbah harus terus didorong dan didukung,hal ini dalam rangka menambah pemasukan dari industry rumah tangga di provinsi Jambi”jelasnya.(Maria/Foto:A.Somad)

TP PKK Provinsi Jambi Tuai Prestasi Tingkat Nasional
Bekasi-Jawa Barat,Perjuangan dan kerja keras Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi membuahkan hasil yang cukup membanggakan. Di bawah bimbingan dan asuhan serta dikoordinir oleh Hj.Yusnania Hasan Basri TP-PKK Provinsi Jambi pada Jambore Nasional tahun 2010 yang berlangsung 8 s/d 11 November bertempat di Islamic Center Bekasi Provinsi Jawa Barat berhasil menuai prestasi.
            Pada ajang tingkat nasional ini TP-PKK Provinsi Jambi yang berjumlah 65 orang berhasil meraih juara pada lomba Foto Kegiatan PKK untuk kategori foto favorit. Juara harapan 1 devile peserta, juara harapan 1 pidato Hari Kesatuan Gerak PKK yang diwakili oleh Juniati . Sedangkan untuk lomba gembira TP PKK berhasil memperoleh juara harapan II untuk lomba menyanyi yang diwakili oleh Sumarweni dengan lagu When You Love Me That You Love Me, lomba memecahkan balon meraih juara harapan III yang diwakili oleh Mursida. Juara II Lomba menggiring kelereng, dan juara harapan I bola keranjang.Malam penutupan jambore tingkat Nasional ini dan penyerahan hadiah diserahkan langsung oleh Ketua Umum TP PKK Pusat Vita Gamawan Fauzi, SH.
            Foto-foto yang ditampilkan oleh TP PKK Provinsi Jambi dan menjadi favorit dewan juri dan peserta menggambarkan dan menampilkan kegiatan TP PKK yang menunjukkan kesolidtaan dan pengabdian tanpa kenal lelah bagi masyarakat, diantara foto-foto ini terlihat Dewan Penyantun  TP PKK dan Ketua TP PKK Provinsi Jambi Drs Hasan BAsri Agus,MM beserta Hj.Yusnania Hasan Basri naik di atas perahu untuk mengunjungi kadernya yang berada di daerah yang memang hanya terjangkau melalui perjalanan melalui sungai. Foto lain juga memperlihatkan penyuluhan cara mengisi Kartu Menuju Sehat,Gotong royong TP-PKK beserta lansia, serta peninjauan teknologi pengolahan sampah, dan peninjauan produk industry kreatif.
            Sedangkan peserta pidato juga tidak mau ketinggalan dengan penuh semangat dan kecerdasan mampu memukau para juri. Malam pentas senipun menjadi ajang unjuk kebolehan peserta dari Jambi dengan menyanyikan lagu Jambi para kader ini menarikan dengan penuh enerjik tari rentak kudo yang berasal dari Kabupaten Kerinci dan  mampu menghidupkan suasana dengan mengajak peserta lain untuk ikut menari.
            Ajang ini bukan saja menjadi pembuktian peranan TP PKK sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan mampu memperkenalkan provinsi Jambi di tingkat nasional. Ajang ini juga menunjukkan besarnya potensi SDM yang dimiliki TP PKK Provinsi Jambi sebagai kader yang handal, kreatif serta inovatif. Acara penutupan ini juga diisi dengan malam keakraban dan pembakaran api unggun sebagai tanda semangat dari kader PKK dalam menjalankan tugasnya di dalam pembangunan.(Maria/Foto:A.Somad)


GUBERNUR HARAP KAJATI JAMBI
TINGKATKAN KINERJA DAN PELAYANAN

            Jambi, Gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM (HBA) berharap Kejaksaan Tinggi Jambi terus meningkatkan kinerja dan pelayanannya. Dengan pelayanan yang baik, efisien, dan efektif akan tercipta perlindungan dan kenyamanan serta ketenteraman kepada masyarakat. Harapan tersebut dinyatakan gubernur dalam Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, berpisah dengan Kepala Kejaksaan Tinggi yang lama, Yuswa Kusuma Affandi Basri, SH, MH dan menyambut Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru, Bonaventura Daulat Nainggolan, SH pada Kamis (11/11), bertempat di rumah dinas gubenur Jambi.
            Kejaksaan tinggi yang mengemban tugas penegakan hukum memang sangat perlu meningkatkan kinerja dan pelayanan, yang akan mendorong pada penegakan hukum yang lebih tegas dan jelas, yang selanjutnya akan menciptakan suasana yang kondusif dalam masyarakat. Suasana kondusif ini lah yang pada gilirannya akan dapat menarik minat para investor untuk berinvestasi di Jambi, yang akan menambah lapangan kerja di Jambi, seterusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jambi.
            Artinya, peningkatan kinerja dan pelayanan kejaksaan ini akan membawa efek ganda atau multiplier effect bagi Jambi. Jadi, peningkatan kinerja dan pelayanan kejaksaan ini juga sejalan dan mendukung visi Jambi EMAS (Ekonomi Maju, Aman, Adil, dan Sejahtera) 2015, visi pembangunan Jambi yang diusung oleh gubernur - wakil gubernur gubernur Jambi, Hasan Basri Agus – Fachrori Umar.
            “Kami menyadari bahwa keberadaan Kejaksaan Tinggi di Provinsi Jambi saat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Suasana kondusif dan kesadaran hukum yang meningkat bagi segenap lapisan masyarakat di Provinsi Jambi, tentunya tidak lepas dari kerja keras Bapak Yuswa Kusumah Affandi, SH, MH, beserta seluruh jajarannya dalam melakukan penyidikan, serta mengungkapkan berbagai kasus pelanggaran maupun tindak pidana di wilayah hukum Provinsi Jambi. Oleh karenanya, melalui silaturahmi malam ini, selaku kepala daerah dan atas nama masyarakat Jambi, Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargan yang setinggi-tingginya atas kerja kerasnya, khususnya dalam hal penyelesaian dan penegakan hukum di Provinsi Jambi,” ujar gubernur melalui wakil gubernur.
            Kepala Kejaksaan Tinggi yang lama, Yuswa Kusuma Affandi Basri, SH, MH dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jambi secara umum dan unsur Muspida Provinsi Jambi secara khusus yang memberikan dukungan yang baik bagi dia dan jajarannya selama 9 bulan 27 hari melaksanakan tugasnya di Jambi, sampai 9 November 2010. Dengan dukungan tersebut, dirinya bisa menjalankan kewajiban dengan lancar.
            Yuswa juga menyampaikan permohonan maaf untuk hal-hal yang belum bisa dicapainya selama dirinya menjabat sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, juga apabila istrinya kurang kontributif kepada ibu-ibu di Jambi, sembari berharap kepala Kejaksaan Tinggi Jambi yang baru bisa berbuat lebih baik lagi untuk kemajuan dan kebaikan Jambi.
            Bonaventura Daulat Nainggolan, SH selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi yang baru didampingi istrinya Rubina Gultom, dalam sambutannya menyatakan selamat menjalankan tugas yang baru bagi Yuswa sebagai Inspektur Pidana Umum pada Jaksa Agung Muda Pengawasan di Jakarta.
            B D Nainggolan menuturkan secara singkat, sebelum menjadi Kajati Jambi, dia menjabat sebagai Inspektur Intelijen pada Jaksa Agung Muda Pengawasan di Jakarta sampai 9 November 2010, sebelumnya sebagai Kajati Bengkulu, sebelumnya Direktur Hukum dan Eksekusi pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum, sebelumnya Kapuspen Kejaksaan Agung, sebelumnya Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, dan sebelumnya Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Usai menjabat sebagai Wakajati Maluku Utara, dia digantikan Yuswa Kusuma, yang ia gantikan sekarang ini.
            B D Nainggolan juga mengatakan bahwa ia juga pernah bertugas selama delapan tahun di Lubuk Linggau, daerah perbatasan Jambi dengan Provinsi Sumatera Selatan, dan saat bertugas di Linggau, dia sudah pernah beberapa kali ke Jambi.
            Kajati Jambi yang baru ini mengaharapkan dukungan yang baik dari Muspida dan dari masyarakat Jambi seperti yang dikemukakan oleh Yuswa.
            Unsur Muspida Provinsi Jambi, walikota Jambi dan beberapa bupati di Provinsi Jambi, rektor Unbari, Kepala Bank Indonesia cabang Provinsi Jambi, dan Ketua Karang Taruna memberikan cindera mata kepada Yuswa dan istri.
            Pada sesi hiburan, Tari Selampit Delapan, Tari Lenggang Sri Tanjung yang dibawakan oleh Tim Kesenian Gubernuran Jambi, beberapa lagu dari Paduan Suara Adyaksa Dharma Karini Kejaksaan Tinggi Jambi, satu lagu dari Yuswa dan istri, satu lagu dari B D Nainggolan dan istri, dan satu lagu dari wakil gubernur Jambi turut memeriahkan malam pisah sambut Kajati Jambi tersebut. (Mustar/fotografer : Marzuki).